t tabel 1,984), dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (t hitung 6,244 > t tabel 1,984). Secara simultan (Uji F), kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kinerja (F hitung 25,666 > F tabel 3,09). Nilai Koefisien Determinasi (R2) menunjukkan angka sebesar 0,346, yang berarti variabel bebas berkontribusi sebesar 34,6% terhadap variasi kinerja, sedangkan sisanya sebesar 65,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian ini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa manajemen perlu memprioritaskan program manajemen stres agar tekanan kerja tetap menjadi motivasi dan mempertahankan serta meningkatkan kualitas lingkungan kerja fisik maupun non-fisik. Kata kunci: kinerja, lingkungan kerja, stres kerja." />